Kapan Yesus Mati?

05 Juni 2026

Kapan Yesus Mati?

05 Juni 2026

Apa yang Diyakini Orang Kristen tentang Wahyu Allah?

Allah membuat diri-Nya dan kehendak-Nya dikenal oleh manusia semata-mata melalui penyingkapan diri-Nya, atau wahyu. Sebagai ciptaan, penting bagi manusia untuk mengenal Allah karena, sebagai Pencipta, Allah bersifat transenden dan berbeda dari ciptaan-Nya. Manusia tidak mungkin mengenal Allah kecuali Ia memilih menyingkapkan diri-Nya. Mereka tidak dapat beroleh pengetahuan tentang-Nya melalui nalar, pengalaman, atau usaha mereka sendiri tanpa penyingkapan diri-Nya. Karena itu, penyingkapan diri Allah dengan penuh anugerah mengakomodasi dan menyesuaikan diri dengan kapasitas manusia yang terbatas sebagai makhluk ciptaan. Dengan cara ini, seluruh pengetahuan manusia, baik tentang Allah maupun tujuan-Nya mencipta, harus merupakan analogi makhluk ciptaan terhadap pengetahuan Allah sendiri tentang diri-Nya sebagai Pencipta dan ciptaan-Nya.

Kita dapat membedakan dua cara yang Allah pakai untuk membuat diri-Nya dan kehendak-Nya dikenal oleh manusia. Dua cara ini saling melengkapi satu sama lain dan saling bekerja sama. Yang pertama biasanya disebut wahyu umum, di mana Allah menyingkapkan diri-Nya secara universal kepada semua manusia melalui karya ciptaan-Nya, providensia-Nya, dan hati nurani manusia. Tatanan alam dan kosmos memperlihatkan kuasa, hikmat, dan hakikat Allah (Rm. 1:19-20). Pengaturan-Nya atas sejarah dan permasalahan manusia mencerminkan keadilan dan kebaikan-Nya (Mat. 5:45; Kis. 14:17). Melalui perilakunya yang umum, manusia memperlihatkan kesadaran moral yang ditanamkan Allah tentang apa yang benar dan salah secara objektif, yang mencerminkan hukum moral Allah (Rm. 2:14-15). Semua ini secara terus-menerus, jelas, benar, dan berotoritas menyingkapkan kepada umat manusia siapa Allah Pencipta mereka, dan apa kewajiban mereka kepada-Nya sebagai makhluk yang diciptakan menurut gambar-Nya. Semua ini adalah saksi yang persisten dan tidak pernah berhenti, yang menjadikan manusia bertanggung jawab kepada Allah setiap waktu.

Meski wahyu umum cukup untuk membuat semua manusia bertanggung jawab kepada Allah, wahyu ini hanyalah bersifat mendasar dan tidak cukup untuk keselamatan manusia. Pengakuan Iman Westminster (1.1) menjelaskan sebagai berikut:

Meski keberadaan alam, karya penciptaan dan providensia sejauh ini menyatakan kebaikan, hikmat, dan kuasa Allah, sedemikian rupa hingga membuat manusia tidak dapat berdalih, tetapi semua ini tidak cukup untuk memberi pengenalan akan Allah dan kehendak-Nya, yang diperlukan untuk keselamatan.

Ini bukan karena manusia memang terbatas dan karenanya memiliki kapasitas yang terbatas sebagai makhluk ciptaan untuk memahami penyingkapan diri Allah secara keseluruhan. Allah selalu mengakomodasi diri-Nya secara cukup dalam penyingkapan diri-Nya kepada manusia. Sebaliknya, ketidakcukupan terjadi karena realita dosa dan akibatnya terhadap kecerdasan dan kehendak umat manusia. Setiap aspek manusia yang diciptakan menurut gambar Allah dirancang untuk bergantung pada, dan mencerminkan, keberadaan dan karakter ilahi-Nya. Dosa telah merusak pikiran dan motivasi manusia, menuntun mereka untuk menekan dan menyelewengkan pengenalan akan Allah yang mereka terima melalui wahyu umum. Tanpa karya Roh Kudus, manusia pasti akan menafsir secara salah, membengkokkan, atau menolak apa yang telah dinyatakan secara gamblang.

Wahyu khusus adalah cara kedua Allah membuat diri-Nya dan kehendak-Nya dikenal oleh manusia. Wahyu ini menafsir dan menambahkan apa yang Ia singkapkan melalui wahyu umum. Wahyu ini menyingkapkan Allah sebagai Penebus, tujuan tindakan penyelamatan-Nya dalam sejarah, relasi perjanjian dengan umat-Nya, dan rencana ultima penebusan-Nya melalui Yesus Kristus. Wahyu khusus ini disampaikan melalui berbagai cara di sepanjang sejarah penebusan, antara lain: mimpi, penglihatan, penampakan malaikat, teofani, dan ucapan nubuat. Namun, wahyu ini mencapai puncak dan penggenapannya di dalam pribadi Yesus Kristus, yang melalui-Nya Allah jelas telah berfirman (Ibr. 1:1-2) dan yang adalah penyingkapan Bapa yang sempurna (Yoh. 1:18; 14:9). Bentuk wahyu khusus yang utama, final, dan cukup, yang secara otoritatif dan infalibel memberi kesaksian tentang semua ini adalah Kitab Suci. Pengakuan Iman Westminster (1.1) juga berbicara tentang hal ini:

Berulang kali, dan dengan berbagai cara, Allah berkenan menyingkapkan diri-Nya dan menyatakan kehendak-Nya kepada Gereja-Nya, dan setelah itu, untuk memelihara dan menyebarkan kebenaran dengan lebih baik, dan untuk meneguhkan dan menghibur Gereja dengan lebih pasti, dalam melawan kerusakan daging serta rencana jahat Iblis dan dunia, Ia menuangkan seluruhnya ke dalam tulisan, yang membuat Kitab Suci menjadi paling dibutuhkan.

Wahyu khusus inilah yang dibuat efektif oleh Roh Kudus supaya manusia memiliki pengenalan akan Allah yang diperlukan untuk keselamatan, iman, dan kehidupan saleh. Wahyu ini bekerja sama dengan wahyu umum sebagai satu kesatuan untuk memberikan penyingkapan diri Allah kepada umat manusia.

Artikel ini awalnya diterbitkan di Blog Pelayanan Ligonier.
Matthew Dudreck

Matthew Dudreck

Dr. Matthew A. Dudreck adalah associate professor Perjanjian Baru di Reformation Bible College di Sanford, Florida.