Mengatasi Rasa Bersalah Akibat Aborsi
15 April 2026
Mengatasi Rasa Bersalah Akibat Aborsi
15 April 2026

Peran Pengharapan dalam Kehidupan Kristen

Triad kebajikan Kristen—iman, pengharapan, dan kasih—semuanya penting. Sepenting apapun kasih (1Kor. 13:13), kita tahu bahwa iman bukanlah hal yang tidak penting. Kita telah membahas dengan detail signifikansi dari iman, dan kita memahami pentingnya kasih, tetapi sering kali hal ketiga dari triad kebajikan tersebut, yaitu pengharapan, terabaikan dalam pengalaman orang Kristen.

Jika ada kata di dalam Roma 5 yang kita mungkin salah pahami secara radikal, itu adalah kata pengharapan. Selalu ada unsur keraguan yang mengaburkan pemahaman kita atas cara Paulus memakai kata itu. Ketika kita memakai kata “pengharapan”, kita biasanya memakainya untuk menggambarkan kerinduan atau keinginan agar sesuatu terjadi—sesuatu yang kita tidak yakin akan benar-benar terjadi. Namun, bukan begitu fungsi kata tersebut di dalam Perjanjian Baru. Ketika kita dilahirbarukan oleh Roh Kudus, kita dilahirbarukan kepada pengharapan yang membentuk dasar keyakinan kita dalam menjalani hidup kristiani. Satu-satunya perbedaan antara pengharapan dan iman adalah bahwa iman melihat pada apa yang telah terjadi, dan kita menaruh kepercayaan  padanya. Pengharapan hanyalah iman yang memandang ke depan.

Metafora yang dipakai di dalam Perjanjian Baru untuk menggambarkan natur dari pengharapan adalah “jangkar”. Kita diberitahu bahwa pengharapan adalah jangkar bagi jiwa. Kita berulang kali menemukan gambaran dari dunia pelayaran ini di dalam Perjanjian Baru. Orang-orang yang labil disamakan dengan kapal tanpa jangkar, terombang-ambing oleh rupa-rupa angin pengajaran. Orang-orang demikian dicirikan dengan kebimbangan dan ketidakpastian. Namun, pengharapan yang ditanam dalam jiwa oleh Roh Kudus tidak seperti itu. Pengharapan ini memberi dasar, stabilitas, dan keyakinan. Pengharapan adalah jangkar yang menahan kita agar tidak terempas. Ini adalah pengharapan bahwa Allah pasti akan melakukan di masa depan semua yang telah Ia katakan akan Ia lakukan.

Buah dari pembenaran adalah pengharapan semacam ini. Pembenaran, dalam arti tertentu, adalah pembayaran di muka untuk semua yang Allah janjikan kepada kita dalam karya penebusan-Nya. Pengharapan diciptakan oleh Roh Kudus di dalam kita. Di tempat lain, Paulus berbicara tentang Allah yang memberi kepada kita “kesungguhan” atau pembayaran muka dari Roh Kudus, yang memberi kepada kita keyakinan total akan masa depan. Pengharapan bukan seperti menarik napas panjang dan berharap-harap cemas segalanya akan menjadi baik. Pengharapan adalah keyakinan bahwa Allah akan melakukan apa yang Ia katakan akan Ia lakukan.

Artikel ini awalnya diterbitkan di Blog Pelayanan Ligonier.
R.C. Sproul
R.C. Sproul
Dr. R.C. Sproul mendedikasikan hidupnya untuk menolong orang bertumbuh dalam pengenalan mereka akan Allah dan kekudusan-Nya. Sepanjang pelayanannya, Dr. R.C. Sproul membuat teologi dapat diakses dengan menerapkan kebenaran mendalam dari iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Ia terus dikenal di seluruh dunia untuk pembelaannya yang jelas terhadap ineransi Alkitab dan kebutuhan umat Allah untuk berdiri dengan keyakinan atas Firman-Nya.