Apa yang Alkitab Katakan tentang Poligami?

10 Juni 2026

Mengapa Kita Bernyanyi pada Hari Natal?

15 Juni 2026

Apa yang Alkitab Katakan tentang Poligami?

10 Juni 2026

Mengapa Kita Bernyanyi pada Hari Natal?

15 Juni 2026

Haruskan Saya Masuk Sekolah Teologi?

Banyak calon mahasiswa yang saya temui bergumul dengan pertanyaan ini: “Haruskah saya masuk sekolah teologi?” Beberapa dari mereka mencari jawaban yang berkaitan dengan arah hidup mereka. Mereka berusaha mencari tahu apakah Allah menginginkan mereka masuk sekolah teologi atau melakukan hal lain. Namun, yang lain bertanya-tanya apakah itu sepadan dengan sumber daya yang dibutuhkan sampai lulus. Mereka mencari jawaban yang berkaitan dengan keuntungan dalam investasi, dan biasanya bertanya seperti ini: “Apa manfaat sekolah teologi untuk saya? Apa yang bisa saya dapatkan darinya?”

Di dalam artikel ini, saya akan membahas calon mahasiswa kategori pertama, yaitu mereka yang bergumul dengan apa yang Allah ingin mereka lakukan. Saya akan membahas kategori kedua pada artikel selanjutnya. Jadi, tujuan saya di dalam artikel ini adalah berbicara langsung kepada orang-orang yang bertanya apakah mereka seharusnya masuk sekolah teologi. Jika Anda bisa berjumpa dengan saya secara pribadi, nasihat inilah yang akan saya berikan kepada Anda.

Pertama, saya akan mendorong Anda untuk memikirkan hasrat Anda. Apakah Anda ingin masuk sekolah teologi? Apakah Anda memiliki hasrat untuk belajar dan bertumbuh dalam pengetahuan tentang Alkitab, teologi, dan sejarah gereja? Apakah Anda tertarik dengan pemikiran menghabiskan seluruh hidup untuk mengajar atau menulis tentang hal-hal iman? Apakah Anda menantikan kesempatan untuk menggembalakan umat Allah melalui pasang-surut kehidupan Kristen dan berjalan bersama mereka melewati “lembah kekelaman” (Mzm. 23:4)?

Ini adalah beberapa pertanyaan yang saya ajukan kepada diri sendiri bertahun-tahun yang lalu ketika saya bergumul dengan apa yang Allah inginkan dari saya. Saya ingat suatu pagi saya membaca Alkitab dan menyadari bahwa saya ingin menghabiskan seluruh hidup saya mempelajari firman Allah dan mengajarkannya kepada umat Allah. Jika Anda merasakan hasrat yang sama dalam diri Anda, maka Anda harus mempertimbangkan masuk sekolah teologi. Memiliki keinginan semacam itu adalah langkah awal yang penting untuk menilai apa yang Allah ingin Anda lakukan.

Namun, bagaimana jika Anda tidak yakin dengan perasaan Anda? Jika demikian, saya mendorong Anda untuk mengikuti sebuah kelas di sekolah teologi untuk melihat apakah Anda menyukainya. Ikuti kelasnya secara langsung dan ambil kreditnya jika memungkinkan. Ini akan memberi kepada Anda gambaran selengkap mungkin tentang bagaimana rasanya menjadi seorang mahasiswa, dan apa yang diperlukan untuk mendapatkan sebuah gelar. Apakah Anda menikmati tugas-tugas membaca dan meneliti? Apakah Anda menantikan sesi-sesi kuliah? Apakah Anda bersemangat ketika membahas materi pelajaran bersama teman sekelas, atau sahabat dan keluarga Anda? Mungkin yang paling penting adalah, apakah kelas tersebut membuat Anda ingin mengambil kelas yang lain?

Kedua, saya mendorong Anda untuk berbicara dengan orang-orang yang paling memahami Anda. Tanyakan apa yang mereka lihat di dalam Anda. Apakah mereka melihat kerinduan untuk mempelajari Alkitab dan mengajarkannya? Apakah mereka telah melihat kemampuan yang tak lazim pada Anda untuk memahami, menerapkan, dan menyampaikan firman Allah? Apakah mereka melihat karunia pada Anda yang dapat membuat ayat-ayat Alkitab yang sulit menjadi mudah dipahami? Apakah mereka menyaksikan kelemahlembutan dalam diri Anda terhadap umat Allah?

Ini adalah salah satu hal yang paling menolong dalam perjalanan saya sendiri. Istri dan sahabat-sahabat karib saya semuanya mengatakan bahwa saya seharusnya masuk sekolah teologi. Tiap kali saya mengajar Sekolah Minggu atau memimpin Pendalaman Alkitab, orang kerap mendatangi saya setelah sesi dan mendorong saya masuk sekolah teologi. Pendeta saya juga berperan penting dalam proses ini. Kesaksian kolektif dari semua sumber ini meneguhkan apa yang telah saya rasakan dalam diri saya. Ini menolong saya melihat bahwa saya tidak gila ketika berpikir untuk meninggalkan pekerjaan dengan gaji baik dan masa depan yang cemerlang untuk kembali ke bangku kuliah.

Jika Anda merasakan hasrat untuk masuk sekolah teologi dan orang-orang yang terdekat dengan Anda juga mendorong Anda ke arah itu, saya pikir Anda seharusnya pergi. Anda tidak harus mengetahui semua jawaban sebelum melangkah. Allah akan menjawab semua pertanyaan Anda pada waktunya, dan Ia akan memakai kelas-kelas yang Anda ikuti, teman-teman sekelas, dan para dosen untuk melakukannya. Anda juga tidak perlu memikirkan segala detailnya sebelum mulai studi. Allah akan memelihara sembari Anda terus maju. Berdoalah dan melangkahlah dalam iman. Mintalah dengan berani atau, seperti kata pemazmur, “bukalah mulutmu lebar-lebar” karena Tuhan berjanji bahwa Ia “akan membuatnya penuh” (Mzm. 81:11). Peganglah kata-kata-Nya. Berjalanlah dengan iman; bukan berdasarkan apa yang kelihatan. Ketika Anda melakukannya, doa saya adalah Allah dan Raja kita yang agung memakai Anda dengan dahsyat selama puluhan tahun ke depan. Semua ini untuk kemuliaan anugerah-Nya yang mulia.

Artikel ini awalnya diterbitkan di Blog Pelayanan Ligonier.
Guy M. Richard

Guy M. Richard

Dr. Guy M. Richard adalah presiden dan assosiate professor bidang Teologi Sistematika di Reformed Theological Seminary di Atlanta. Ia adalah penulis dari beberapa buku, termasuk Persistent Prayer dan Baptism: Answers to Common Questions.