Peran Pengharapan dalam Kehidupan Kristen
17 April 2026
Peran Pengharapan dalam Kehidupan Kristen
17 April 2026

Apakah Allah Menerima Penyembahan dari Semua Agama?

Dalam dunia kontemporer, adalah lumrah bila orang yang percaya Allah meyakini bahwa Allah menerima penyembahan dari semua agama selama penyembahnya melakukannya dengan tulus. Namun, tidak ada bukti yang mendukung pandangan demikian di dalam Alkitab. Bahkan, dari kitab Kejadian hingga Wahyu, Alkitab menunjukkan persis hal yang sebaliknya.

Hal ini jelas tampak pada perintah yang pertama dari Sepuluh Hukum: “Jangan ada padamu ilah lain di hadapan-Ku” (Kel. 20:3). Dunia Timur Dekat Kuno, di mana bangsa Israel hidup, penuh dengan segala macam agama dan “ilah”. Allah menolak semua agama lain tersebut. Mengapa? Karena “ilah-ilah” dari semua agama tersebut sesungguhnya adalah roh-roh jahat, dan penyembahan kepada roh-roh jahat adalah menjijikkan bagi Allah (Im. 17:7; Ul. 32:16-17). Rasul Paulus mengajarkan hal yang sama di dalam Perjanjian Baru (1Kor. 10:20). 

Selama dicobai di padang gurun, Yesus mengutip Ulangan 6:13 dan berkata kepada Iblis, “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau beribadah!” (Mat. 4:10). Itu adalah eksklusivisme agama. Dalam inkarnasi, Firman yang bersama dengan Allah, dan adalah Allah, menjadi manusia dan tinggal di antara kita (Yoh. 1:1, 14). Ia sekarang adalah satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia (1Tim. 2:5). Tidak ada yang lain.

Jika Allah menerima penyembahan dari semua agama, maka inkarnasi, kematian, dan kebangkitan Kristus tidak diperlukan. 

Yesus sendiri mengungkapkan dengan jelas sifat eksklusif dari kekristenan ketika berkata, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). “Tidak seorang pun” berarti tidak seorang pun. Itu sebabnya Petrus, ketika penuh dengan Roh Kudus, menyatakan ini tentang Yesus: “Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis. 4:12). Bagi orang-orang yang mencari keselamatan, tidak ada yang lain.

Jika Allah menerima penyembahan dari semua agama, maka inkarnasi, kematian, dan kebangkitan Kristus tidak diperlukan karena sudah ada banyak agama pada abad pertama. Jika Allah menerima penyembahan dari semua agama, Amanat Agung dan penginjilan kepada bangsa-bangsa juga tidak diperlukan. Andai Allah menerima penyembahan dari semua agama, penginjilan yang diperintahkan Yesus menjadi pemborosan waktu.

Allah tidak menerima agama apa pun selain yang Ia berikan dalam anugerah-Nya. Ia tidak menerima agama-agama yang menggantikan penyembahan kepada Pencipta dengan penyembahan kepada ciptaan. Allah tidak menerima penyembahan yang palsu. Namun, Allah menerima penyembah agama apa pun ketika mereka bertobat dari agamanya dan percaya kepada Kristus.

Artikel ini awalnya diterbitkan di Blog Pelayanan Ligonier.
Pelayanan Ligonier
Pelayanan Ligonier
Pelayanan Ligonier, didirikan oleh R.C. Sproul, ada untuk memproklamasikan, mengajar, dan membela kekudusan Allah dalam segala kepenuhannya kepada sebanyak mungkin orang.