Apa Itu Murka Allah?
13 April 2026
Peran Pengharapan dalam Kehidupan Kristen
17 April 2026
Apa Itu Murka Allah?
13 April 2026
Peran Pengharapan dalam Kehidupan Kristen
17 April 2026

Mengatasi Rasa Bersalah Akibat Aborsi

Ribuan orang bergumul dengan rasa bersalah terkait aborsi. Perasaan itu menghantui para wanita yang telah melakukannya, para pria yang mendorong mereka melakukannya, dan para dokter yang melaksanakannya. Seorang dokter melaporkan dalam surat kabar New York Times bahwa ia harus mempersiapkan dirinya secara emosional, dan sering kali tidak dapat tidur beberapa malam sebelum melakukan  aborsi: “Ini adalah hal yang sangat sulit dilakukan oleh seorang ginekolog,” katanya. “Emosi yang dibangkitkan begitu kuat… sehingga para dokter tidak saling membicarakannya.” Suatu kali, dokter ini jatuh pingsan akibat emosi yang membuatnya kewalahan setelah melakukan sebuah aborsi.

Rasa bersalah adalah sebuah emosi yang kuat, yang dapat mengakibatkan kelumpuhan psikologis yang serius pada manusia. Saya pernah didekati oleh seorang psikiater agar menjadi stafnya. Ia menjelaskan bahwa banyak pasiennya menderita masalah yang terkait dengan rasa bersalah yang parah. “Mereka tidak membutuhkan dokter; mereka membutuhkan pendeta,” katanya. “Mereka membutuhkan seseorang yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka telah diampuni.”

Psikiater ini tidak memiliki kesetiaan pada kekristenan. Ia hanya mengkhawatirkan kesehatan mental pasien-pasiennya. Ia memahami kekuatan yang menghancurkan dari rasa bersalah yang tak terselesaikan, dan menyadari bahwa penyangkalan dan rasionalisasi bukanlah sarana yang efektif untuk mengatasi rasa bersalah yang nyata. Satu-satunya penyembuh yang efektif untuk mengatasi rasa bersalah yang nyata adalah pengampunan yang nyata. Mencoba menutupi noda di tangan tidak dapat dibandingkan dengan penghapusan noda itu. 

Mengalami Pengampunan Allah

Untuk mengalami pengampunan yang benar-benar membebaskan, seseorang harus datang kepada Allah dan mengakui dosanya dengan rendah hati dan jiwa yang menyesal. Penyesalan melibatkan duka yang tulus dan saleh karena telah tidak menaati Allah. Ini berbeda dari pertobatan karena takut dihukum, yang merupakan bentuk pertobatan yang palsu karena didorong oleh rasa takut dihukum. Pertobatan karena takut dihukum tampak, misalnya, pada seorang anak yang, ketika melihat alat pukul di tangan ibunya, meminta maaf karena tertangkap basah sedang mengambil kue dari stoples. Pertobatan sejati mengakui realitas kesalahan dan tidak berusaha membenarkan diri. Siapa pun yang datang kepada Allah dengan kerendahan hati dan  penyesalan yang tulus, serta tekad yang sungguh untuk tidak lagi melakukan dosa tersebut, pasti akan menerima pengampunan Allah…

Meski apa yang telah saya lakukan tidak dapat dibatalkan, saya bisa diampuni. Pengampunan adalah salah satu keajaiban dari anugerah Allah. Kuasa penyembuhannya sungguh luar biasa. Jika seorang wanita pernah melakukan aborsi, Allah tidak memintanya menghabiskan sisa hidupnya berjalan dengan huruf “A” merah di dadanya. Tapi Allah jelas menuntut supaya ia bertobat dari dosanya dan datang kepada-Nya untuk dibasuh dengan pengampunan. Ketika Allah mengampuni kita, kita pun benar-benar diampuni. Ketika Allah membasuh kita, kita pun menjadi bersih. Ini adalah alasan untuk perayaan besar.

Artikel ini awalnya diterbitkan di Blog Pelayanan Ligonier.
R.C. Sproul
R.C. Sproul
Dr. R.C. Sproul mendedikasikan hidupnya untuk menolong orang bertumbuh dalam pengenalan mereka akan Allah dan kekudusan-Nya. Sepanjang pelayanannya, Dr. R.C. Sproul membuat teologi dapat diakses dengan menerapkan kebenaran mendalam dari iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Ia terus dikenal di seluruh dunia untuk pembelaannya yang jelas terhadap ineransi Alkitab dan kebutuhan umat Allah untuk berdiri dengan keyakinan atas Firman-Nya.