
Kata-Kata yang Infalibel
18 Oktober 2023
Penebus Kerabat
23 Oktober 2023Tanduk Keselamatan
Allah telah “menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita” (Luk 1:69). Demikianlah kelahiran Kristus yang segera datang diumumkan oleh Zakharia, seorang imam tua dan ayah dari Yohanes Pembaptis. Namun, bagaimana simbol “tanduk” ini dapat menerangkan tentang kedatangan Kristus dan pelayanan-Nya? Dari mana sumber gambaran ini, dan apa yang diajarkannya mengenai Juru Selamat kita dan keselamatan kita?
Daud memuji Allah sebagai “tanduk keselamatan” (Mzm. 18:3), dan Kristus telah lama dinantikan sebagai “tanduk” yang akan ditinggikan (1 Sam. 2:10; Mzm. 132:17). Banyak orang melihat gambaran tanduk sebagai menggambarkan kekuatan dan dominasi seekor binatang yang kuat, yang bertujuan untuk melambangkan keefektifan karya Allah melalui Kristus. Tanduk juga dilihat sebagai gambaran peninggian, di mana “meninggikan tanduk” menggambarkan kemenangan anugerah Allah dan peninggian umat-Nya (1 Sam. 2:1; Mzm. 75:11). Meski simbol kekuatan dan peninggian ini jelas alkitabiah, namun tidak menjelaskan sepenuhnya bagaimana sebuah tanduk merupakan gambaran keselamatan itu sendiri, sebagaimana yang dicapai oleh sang Juru Selamat, yang datang sebagai domba yang lembut, bukan rusa jantan yang gagah.
Kata yang diterjemahkan sebagai “tanduk” (Ibrani qeren) terutama dipakai di dalam Perjanjian Lama bukan untuk merujuk kepada binatang melainkan kepada mezbah di Kemah Suci dan Bait Suci. Sebagai contoh, “tanduk-tanduk” merupakan fitur khas dari mezbah ukupan (Kel. 30:2-3). Tanduk-tanduk ini mungkin berbentuk runcingan ke atas di keempat sudut mezbah. Allah memerintahkan imam besar Israel untuk “setahun sekali . . . mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya” (Kel. 30:10). Itu terjadi pada Hari Raya Pendamaian, yaitu ketika darah lembu jantan dan kambing jantan dibubuhkan “pada tanduk-tanduk mezbah, sekelilingnya” (Im. 16:18). Begitu pula, korban penghapus dosa mengharuskan darah lembu jantan untuk dibubuhkan “pada tanduk-tanduk mezbah pembakaran” (Im. 4:7). Darah lembu jantan dan domba jantan itulah yang melambangkan penebusan, tetapi darah penebusan itu dilambangkan di atas tanduk-tanduk mezbah.
Dalam pelayanan imam dan kehidupan ibadah orang Israel, tanduk-tanduk mezbah dikaitkan secara tak terpisahkan dengan pengadaan penebusan melalui pencurahan darah. Tanduk-tanduk itu bukan hal yang sepele dalam ritual yang melambangkan pengampunan Allah yang akan digenapi oleh Kristus. Kaitan antara tanduk-tanduk mezbah dengan penebusan dosa ini mungkin adalah alasan mengapa beberapa tokoh-tokoh di dalam Perjanjian Lama, ketika takut mereka akan dibunuh, memegang tanduk-tanduk mezbah itu. Tindakan ini berarti memohon belas kasihan.
Dengan latar belakang ini, mengkaitkan tanduk-tanduk dengan pengadaan penebusan adalah pemikiran yang alami bagi imam Zakharia. Maka, sepertinya signifikan bahwa ketika malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Zakharia, ia berdiri di sebelah mezbah ukupan, persis di dekat “tanduk-tanduk” yang selama berabad-abad melambangkan karya penebusan Kristus (Luk. 1:11). Zakharia bisu selama beberapa waktu setelah perjumpaan itu, tetapi ketika akhirnya lidahnya terlepas, ia menubuatkan kelahiran Kristus dan menyebut-Nya “tanduk keselamatan bagi kita” (Luk. 1:69). Di atas Tanduk tersebut darah penebusan akan dicurahkan sekali untuk selamanya “bagi kita”.
Darah yang dipercikkan pada tanduk-tanduk mezbah tahun demi tahun tidak dapat melaksanakan keselamatan yang dilambangkannya (Ibr. 10:1-4). Setiap unsur Kemah Suci di bumi menantikan dan menjadi bayangan yang menunjuk pada kedatangan Kristus, sang Imam Besar yang pengorbanan diri-Nya akan menebus dosa umat-Nya secara pasti dan untuk selama-lamanya (9:23-28). Sekarang kita dapat bersukacita dan bersyukur karena sebuah “tanduk keselamatan” telah ditinggikan menggantikan tanduk-tanduk mezbah kuno. Tanduk ini hanya sekali saja dibubuhkan darah, tetapi dengan satu-satunya darah yang dapat membersihkan kita dari segala dosa (1 Yoh. 1:7).
Memegang tanduk-tanduk mezbah mungkin merupakan cara kuno untuk memohon belas kasihan, tetapi itu tidak memberi jaminan. Adonia dan Yoab melakukannya tetapi mereka tetap menanggung akibat dosa-dosa mereka (1 Raj. 1:50-53; 2:25, 28-34). Namun, Allah telah menyediakan bagi seluruh umat-Nya sebuah tanduk keselamatan yang sejati dan kekal di dalam Yesus Kristus. Memegang hanya Dia dengan iman saja berarti menemukan damai dengan Allah dan mendapatkan pengampunan dosa.


