
Tanduk Keselamatan
19 Oktober 2023
Sheol
25 Oktober 2023Penebus Kerabat
Keberadaan toko-toko gadai, penyitaan jaminan, dan kebangkrutan menekankan krisis keuangan yang dialami orang pada masa ini. Pernahkah Anda memerlukan bantuan keuangan? Mungkin Anda pernah meminta anggota keluarga Anda untuk membayar tagihan kartu kredit, pinjaman untuk kuliah, atau pembayaran hipotek Anda. Atau, mungkin seorang anggota keluarga Anda meminta Anda untuk membayar utang mereka.
Kebutuhan akan bantuan keuangan adalah sebuah cara yang baik untuk memperkenalkan ide tentang penebus kerabat. Singkatnya, “penebus kerabat” adalah seorang kerabat yang, dengan dananya sendiri, membayarkan utang anggota keluarga yang lain. Namun, konsep ini menunjuk melampaui masalah keuangan, sebab kebutuhan terbesar kita bukanlah agar seseorang membayarkan utang keuangan kita—betapapun besar kebutuhan tersebut—tetapi agar seseorang menebus kita dari utang yang telah ditimbulkan oleh dosa-dosa kita. Inilah yang hendak ditekankan oleh ide penebus kerabat dalam Perjanjian Lama terhadap pemahaman kita akan penebusan oleh pengorbanan Yesus Kristus.
Ide “penebus kerabat” dikemukakan di dalam hukum Imamat, yang dipraktikkan oleh orang-orang seperti Boas dan Yeremia, dan digenapi oleh Yesus, yang membayar hutang dosa-dosa kita dengan darah-Nya yang mahal.
Aturan tentang penebus kerabat diberikan di dalam Imamat 25, yang berkaitan erat dengan Tahun Yobel, di mana segala utang dihapuskan, tanah keluarga dikembalikan, dan para tawanan dibebaskan. Jika seorang Israel berutang, ia mungkin terpaksa menjual tanah warisannya, atau bahkan menjual dirinya menjadi budak. Jika ini terjadi, seorang kerabat dekatnya akan membayar harga yang diperlukan untuk menebus tanah dan/atau dirinya dari perbudakan (makin dekat hubungan kekerabatannya, makin besar kewajibannya untuk bertindak sebagai penebus kerabat). Harga penebusan dihitung secara proporsional dengan berapa lama lagi Tahun Yobel.
Di dalam Kitab Rut, kewajiban penebus kerabat dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Suami dan anak-anak Naomi telah meninggal di negeri Moab, dan setelah beberapa tahun Naomi dan Rut tiba di Betlehem. Boas adalah kerabat dekat mereka dan diberi kehormatan dengan diminta untuk bertindak sebagai penebus. Namun, ada kerabat lain yang lebih dekat yang memiliki hak pertama. Ketika kerabat yang lebih dekat itu menolak karena harga penebusan dan menikahi Rut akan membahayakan tanah milik pusakanya sendiri, maka Boas, dengan harga yang mahal, membayar harga untuk menebus tanah tersebut dan mengambil Rut menjadi istrinya.
Topik ini kembali mencuat dalam kehidupan nabi Yeremia. Untuk menanggapi keluhan Yeremia, Allah berfirman, “Aku akan melepaskan engkau dari tangan orang-orang jahat” (Yer. 15:21). Di kemudian hari, Yeremia sendiri menjadi contoh yang penting sebagai penebus kerabat ketika ia membayar harga penebusan bagi tanah sepupunya (32:6-15), memberi harapan bagi masa depan.
Pemaparan singkat dari kitab Imamat, Rut, dan Yeremia ini memberi gambaran yang menolong kita untuk melihat dan memahami kebutuhan kita sendiri akan penebusan. Karena dosa-dosa kita, harga penebusannya teramat mahal, tetapi Tuhan Yesus Kristus telah membayar secara penuh harga ini. Kita melihat hal ini dengan jelas ketika kita menyelidiki ayat-ayat Perjanjian Baru berikut ini.
Di awal pelayanan-Nya di muka bumi, Yesus mengajar di rumah-rumah ibadat di kota Nazaret. Ia membaca perkataan dari Yesaya 61: “Roh Tuhan ada pada-Ku…. Ia telah mengutus aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan … untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan” (Luk. 4:18-19). Yesus merujuk kepada Tahun Yobel dan karya penebusan-Nya sendiri ketika Ia berkata, “Pada hari ini genaplah nas ini ketika kamu mendengarkannya” (Luk. 4:21).
Para rasul dengan tepat memahami karya keselamatan Yesus dalam terang penebusan. Di dalam Galatia 3:13 Paulus berkata, “Kristus telah menebus kita dari kutuk Hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita.” Petrus juga berbicara tentang penebusan yang telah dicapai Yesus, dengan menekankan mahalnya harga yang telah Ia bayar. Kita membaca di dalam 1 Petrus 1:18-19, “Kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”
Perjanjian Baru menekankan bahwa kita adalah orang-orang yang berutang secara rohani. Satu-satunya harga yang dapat diterima untuk pembayaran utang dosa-dosa kita adalah darah Yesus yang mahal. Ketika harga tersebut telah dibayarkan, segala utang dihapuskan, dan orang-orang berdosa dibebaskan. Yang menakjubkan adalah Yesus yang berinkarnasi tidak malu menyebut kita saudara-Nya (Ibr. 2:11). Ia benar-benar adalah penebus kerabat kita. Puji Tuhan atas karya penebusan yang begitu agung ini.


