
Apakah Allah Menerima Penyembahan dari Semua Agama?
20 April 2026
Janji Apa yang Diberikan Yesus Sebelum Naik ke Surga?
24 April 2026Sebuah Resolusi bagi Kehidupan Kristiani
Hari ini kita akan menyelidiki sebuah teks untuk menyongsong tahun baru dari salah satu surat Rasul Paulus. Anda mungkin akrab dengannya, bahkan mengetahuinya dalam hati. Namun kalaupun tidak, saya rasa Anda akan mampu mengingatnya dengan cukup mudah. Teks yang dimaksud adalah resolusi pribadi Paulus di dalam Filipi 3:10-14.
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya serta persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi [satu hal] inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku, dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Di awal surat Filipi, Paulus mengindikasikan bahwa rekannya yang masih muda, Timotius, ada bersamanya. Paulus sering mendikte surat-suratnya, dan saya kadang bertanya-tanya, apakah ia menyebut nama Timotius karena perannya sebagai sekretaris Paulus dalam surat ini. Surat ini dimulai dengan kata-kata “Dari Paulus dan Timotius”. Saya bertanya-tanya, apakah ia melemparkan sedikit senyuman kepada anak rohaninya ini ketika menyuruhnya menulis namanya sendiri.
Jika itu yang terjadi, saya cukup yakin, ketika Paulus tiba pada perikop ini, “tetapi [satu hal] inilah yang kulakukan”, Timotius mungkin menengadah dan memandang Paulus dengan tatapan heran. Andai Paulus bertanya apakah ia telah mengatakan sesuatu yang tidak dimengerti oleh Timotius, mungkin Timotius akan memiliki keberanian untuk menjawab: “Bapak Paulus, apakah engkau benar-benar ingin aku menulis bahwa engkau hanya melakukan satu hal? Selama aku mengenalmu, engkau selalu melakukan banyak hal pada waktu yang bersamaan. Engkau adalah rasul yang paling ahli melakukan multitasking. Engkau selalu melakukan perjalanan, engkau selalu berkhotbah, engkau selalu berdoa, engkau selalu mengunjungi, engkau selalu memberi nasihat. Aku tidak pernah melihatmu melakukan hanya satu hal.”
Saya membayangkan Paulus mungkin tersenyum balik kepada sahabat mudanya Timotius, lalu berkata: “Aku tahu maksudmu, Timotius. Tidak ada yang lebih tahu daripada engkau tentang apa yang aku lakukan, dan betapa sibuknya aku. Namun, engkau perlu mengerti bahwa aku tidak sibuk melakukan banyak hal berbeda. Aku sibuk melakukan satu hal dalam banyak cara yang berbeda. Semuanya adalah untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus dengan lebih baik, bersaksi tentang hidup-Nya, dan menjadi seperti Dia. Itulah intinya—dan dalam aspek tertentu, itu adalah rahasianya—dari semua yang aku lakukan, dalam setiap jam ketika aku terjaga dan setiap aktivitas yang berbeda. Semua itu hanyalah cara-cara yang berbeda dari melakukan satu hal ini.”
Ketika saya masih kecil di Skotlandia, setiap malam pergantian tahun (di sana disebut “Hogmanay”), orang tua saya menyuruh saya masuk kamar dan menuliskan sepuluh resolusi tahun baru. Melihat ke belakang, sekarang saya tertawa ketika mengingat betapa sulitnya menurut saya saat itu untuk menemukan sepuluh hal yang perlu saya perbaiki. Saya menduga saya bisa menulis resolusi-resolusi tersebut dengan jauh lebih mudah sekarang ini.
Namun, jika Anda orang Kristen, sebenarnya Anda hanya memerlukan satu resolusi tahun baru, dan Paulus akan sangat menolong untuk itu. Secara khusus, jika Anda adalah anak muda, atau orang Kristen muda, hanya sedikit hal lain yang dapat lebih menolong Anda selain memahami bahwa inilah cara menyederhanakan dan mengintegrasikan hidup Anda. Inilah yang akan memberi Anda arahan. Inilah yang akan menolong Anda menjawab pertanyaan besar, “Untuk apa saya hidup di dunia?”
Sebagaimana dikatakan oleh salah satu versi Alkitab kuno:
Yang aku pedulikan hanyalah mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya, turut berbagi dalam persekutuan dalam penderitaan-Nya, dan menjadi serupa dengan Dia, supaya satu hari nanti aku mendapatkan kebangkitan. (Flp. 3:10-14)
Betapa sebuah resolusi tahun baru yang agung. Satu hal inilah yang kulakukan: aku ingin mengenal Kristus.


