Bagaimana Saya Bisa Menjadi Seorang Ibu yang Saleh?
26 Agustus 2025
Bagaimana Saya Bisa Menjadi Seorang Ayah yang Saleh?
02 September 2025
Bagaimana Saya Bisa Menjadi Seorang Ibu yang Saleh?
26 Agustus 2025
Bagaimana Saya Bisa Menjadi Seorang Ayah yang Saleh?
02 September 2025

Mengapa Saya Seharusnya Pergi ke Gereja?

1. Karena Alkitab memerintahkan demikian.

Jawaban pertama untuk pertanyaan tersebut adalah jawaban yang paling sederhana dan mendasar: karena Alkitab memerintahkan demikian! Di dalam Ibrani 10, sang penulis memberitahu para pembacanya tentang hak istimewa agung yang mereka miliki. Karena karya Kristus, mereka—dan kita—memiliki hak istimewa yang menakjubkan, yaitu datang ke Tempat Kudus. Ia sedang merujuk kepada Perjanjian Lama, di mana hanya imam besar yang diizinkan masuk ke dalam Tempat Mahakudus di Bait Allah—itu pun hanya sekali dalam setahun. Kebenaran yang mencengangkan adalah kita, sebagai orang yang percaya kepada Kristus, dapat datang kepada Allah yang kudus karena kematian Yesus. Tabir itu telah terbelah dua, dan sang Imam Besar Agung telah membuka jalan supaya kita dapat mendekati-Nya.

Penulis Ibrani lalu memberi tiga penerapan, yang semuanya dimulai dengan kata “marilah”. Perhatikan bahwa perkataan-perkataan ini ditujukan secara korporat kepada umat Allah:

  • “Marilah kita datang beribadah” (Ibr. 10:22). Datang dan berilah diri dibasuh dan diampuni oleh Kristus.
  • “Marilah kita berpegang teguh pada pengakuan tentang pengharapan kita” (Ibr. 10:23). Tetaplah kuat, jangan menyerah, tetaplah percaya kepada pesan pengharapan ini.
  • “Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam perbuatan baik” (Ibr. 10:24). Anda tidak, dan tidak dapat, menjalani kehidupan kristiani sendirian. Ketika Anda datang ke gereja, berfokuslah pada orang lain.

Penulis kemudian mengeluarkan perintah ini: “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, terlebih lagi sementara kamu melihat hari Tuhan mendekat” (Ibr. 10:25).

Penulis Ibrani menempatkan datangnya kita ke gereja dalam konteks menjalani kehidupan kristiani—secara sederhana inilah yang dilakukan oleh orang Kristen. Kita pergi ke gereja karena ini adalah demi kebaikan kita dan orang lain. Berkumpul bersama adalah cara kita bertahan sebagai orang Kristen di dunia yang dapat dengan mudah membuat kita kehilangan harapan. Bahaya bagi orang-orang Ibrani dan kita adalah jika kita mengabaikan mengidentifikasikan diri dengan dan berpartisipasi dalam tubuh Kristus. Adalah hal yang tak terbayangkan di dalam Perjanjian Baru bila orang Kristen tidak pergi ke gereja.

2. Karena kita diciptakan untuk menyembah Allah.

Akan tetapi, ada alasan yang lebih dalam mengapa kita seharusnya pergi ke gereja selain karena Alkitab memerintahkan demikian. Kita pergi ke gereja karena natur dari siapa Allah kita. Ia layak menerima penyembahan dan pengagungan kita. Alasan kita hidup adalah “untuk memuliakan dan menikmati Dia”. Allah adalah Pencipta, Pemelihara, dan Penebus kita.

Dalam kata-kata Katekismus Kecil Westminster, Allah itu “tak terbatas, kekal, dan tidak berubah dalam keberadaan, hikmat, kuasa, kekudusan, keadilan, kebaikan, dan kebenaran-Nya” (Pertanyaan & Jawaban 4). Orang-orang yang dibawa masuk ke dalam relasi dengan Allah ini pasti ingin berkumpul dengan yang lain untuk memuji Dia. Kita diciptakan untuk menyembah Dia.

Kita pergi ke gereja karena siapa Allah kita, tetapi juga karena apa yang telah Ia kerjakan untuk kita. Rasul Petrus berkata, “Kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani, tetapi sekarang telah beroleh belas kasihan” (1Ptr. 2:10). Tuhan sedang memanggil keluar sebuah umat, “suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat dihitung jumlahnya, dari segala bangsa” (Why. 7:9). Sudah menjadi tanda umat Allah di sepanjang sejarah bahwa mereka berkumpul untuk memanggil nama-Nya dan beribadah bersama. Kita pertama kali diberitahu akan hal ini pada penghujung Kejadian 4: “Pada waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN” (ay. 26). Bagian akhir Alkitab berpuncak pada umat Allah yang berkumpul bersama untuk beribadah. Wahyu 21 memberi gambaran tentang  seorang mempelai perempuan yang seperti sebuah kota, yang memiliki banyak gerbang di setiap penjuru. Gambaran yang menakjubkan ini memperlihatkan kepada kita seluruh umat Allah, dari segala tempat, di segala zaman, berkumpul untuk menyembah Allah yang hadir di tengah-tengah umat-Nya.

Ketika kita berkumpul bersama saudara seiman kita pada hari Tuhan, itu adalah sebuah cicipan awal dari hari yang agung itu. Kita perlu menyadari realitas ini ketika kita berkumpul dengan umat Allah, tidak hanya dalam jemaat lokal tetapi juga di seluruh dunia, serta dengan gereja yang telah menang di surga dan segenap tentara malaikat.

Perkumpulan kita di bumi Minggu lepas Minggu dimaksudkan untuk menumbuhkan kerinduan akan Sabat yang kekal. Di Perjanjian Lama, hari Sabat secara khusus ditandai dengan istrahat. Aspek hari Tuhan ini masih tetap ada, dan kita diminta untuk menantikan peristirahatan kekal tersebut. Namun, di dalam Perjanjian Baru, salah satu perubahan terhadap hari Tuhan adalah hari itu semakin dicirikan dengan ibadah.

3. Karena ini adalah sebuah hak istimewa dan berkat yang unik.

Saya berusaha meyakinkan Anda tentang hak istimewa yang kita miliki untuk berkumpul sebagai jemaat. Benar-benar gila bila kita memprioritaskan hal-hal lain melebihi ibadah kepada Allah bersama umat-Nya. Bagaimana lagi Anda dapat memelihara perintah yang ke-4 jika Anda tidak mau berkumpul bersama umat Tuhan? Ini bukan soal keharusan pergi ke gereja; kebenarannya yang indah adalah kita diberi kesempatan pergi ke gereja.

Anda bisa datang dan berkumpul dengan jemaat, bahkan dengan segala rasa bersalah, ketakutan, dan kekhawatiran Anda. Datanglah dengan beban dan masalah Anda. Iblis sering kali memakai hal-hal ini untuk menjauhkan umat dari gereja, tetapi ini adalah tempat yang persis Anda butuhkan. Di dalam Gereja-Nya, Yesus menyambut orang berdosa, menyediakan tempat untuk istrahat, dan menyegarkan kita melalui sakramen dan pemberitaan Firman-Nya. Ia memanggil kita: “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah dari-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat kelegaan. Sebab, kuk yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan” (Mat. 11:28-30).

Dengarkanlah panggilan Allah untuk beribadah. Nyanyikanlah pujian bagi-Nya. Akuilah dosa-dosa Anda dan dengarkan jaminan pengampunan Kristus. Berdoalah bersama saudara seiman Anda. Akuilah iman Anda bersama orang kudus di sepanjang zaman. Dengarlah Injil diberitakan dan lihatlah Injil dalam sakramen Baptisan dan Perjamuan Kudus. Anda tidak dapat melakukan semua ini seorang diri. Umat Allah diciptakan untuk berkumpul. Mereka selalu berkumpul dan akan selalu berkumpul. Ketika Anda datang ke gereja, Anda menerima berkat-berkat dari Allah yang tidak bisa Anda dapatkan di tempat lain.

Allah telah berjanji bahwa ketika jemaat-Nya berkumpul, Ia akan memberkati mereka dengan cara yang berbeda dari ketika mereka sendirian. Yesus berjanji bahwa ketika dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, Ia ada di tengah-tengah mereka (Mat. 18:19-20). Rasul Paulus, berbicara tentang ketika orang luar datang untuk beribadah, berkata bahwa doa kita seharusnya adalah supaya ia menyadari apa yang selalu benar: “Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu” (1Kor. 14:25). Di dalam kitab Wahyu, Yesus berkata bahwa Ia berjalan di antara kaki-kaki pelita, yang adalah jemaat-jemaat-Nya (Why. 2:1). Ia masih melakukan hal itu Minggu lepas Minggu ketika jemaat-Nya berkumpul.

Tidak ada hal yang lebih indah di dunia ini daripada menjadi bagian dari jemaat Kristus.

Artikel ini merupakan bagian dari koleksi The Basics of Christian Discipleship.


Artikel ini awalnya diterbitkan di Majalah Tabletalk.
Paul Levy
Paul Levy
Pdt. Paul Levy adalah pendeta di International Presbyterian Church Ealing di West London.