Bagaimana Membaca Mazmur Ziarah

18 Mei 2026

Bagaimana Membaca Mazmur Ziarah

18 Mei 2026

Apa itu Perjanjian Kerja?

Dalam perjanjian kerja, yang kadang disebut perjanjian penciptaan atau perjanjian kehidupan, Allah melarang Adam dan Hawa untuk memakan buah dari Pohon Pengetahuan tentang yang Baik dan yang Jahat (Kej. 2:15–17). Ketaatan yang sempurna terhadap perjanjian ini akan memastikan kelangsungan hidup Adam dan Hawa; mereka akan diperhitungkan sebagai benar di hadapan Tuhan dan akan mewarisi hidup yang kekal.

Kita menyebut perjanjian dengan Adam sebagai perjanjian kerja karena upaya manusia merupakan sarana untuk memperoleh berkat tersebut. Perbuatan baik berupa ketaatan dalam beranak cucu, menguasai bumi, dan tidak memakan buah dari pohon terlarang akan membuat Adam dan keturunannya mendapatkan hidup yang kekal sebagai upah (Kej. 1:28; 2:15–17).

Seperti yang kita ketahui, Adam dan Hawa melanggar perjanjian kerja, menjerumuskan mereka dan seluruh keturunan mereka—kecuali satu, yaitu Yesus—ke dalam dosa. Di dalam Adam, kita kehilangan kemampuan kita untuk mematuhi perjanjian kerja (Rm. 3:9–20), tetapi itu tidak berarti perjanjian tersebut dikesampingkan. Kita masih terikat oleh syarat-syaratnya, tetapi karena ketidakmampuan kita, satu-satunya harapan kita adalah ada orang lain yang menggenapinya menggantikan kita (Gal. 3:10–14).

Untuk mendapatkan kembali firdaus bagi umat-Nya, Yesus harus menjadi Adam yang kedua. Artinya, Ia harus datang dalam rupa kita agar Dia dapat menaati Allah dengan sempurna dan berhasil di mana Adam gagal sebagai perwakilan kita. Paulus mengajarkan hal ini secara eksplisit (1Kor. 15:45), tetapi hal ini juga secara tersirat dalam kisah-kisah pencobaan Yesus yang terdapat dalam Injil-Injil Sinoptik.

Setelah Dia dibaptis, Yesus dibawa ke padang gurun di mana Ia berhadapan dengan sosok yang memakai ular untuk menggoda Adam. Adam yang pertama tergoda untuk mengandalkan hikmatnya sendiri alih-alih kehendak Tuhan yang telah dinyatakan. Adam yang kedua juga dicobai untuk mengabaikan kehendak Allah—bahwa Ia menaklukkan ular melalui penderitaan—ketika Iblis mencoba membuat Yesus memenuhi kebutuhan-Nya pada waktu yang tidak tepat atau masuk ke dalam pemerintahan-Nya segera dan tanpa penderitaan (Mat. 4:1–11). Namun, tidak seperti Adam yang pertama, Yesus menang atas pencobaan Iblis, mempersiapkan panggung bagi kekalahan akhir Iblis di kayu salib (Kol. 2:13–15).

Artikel ini awalnya diterbitkan di Blog Pelayanan Ligonier.
Pelayanan Ligonier

Pelayanan Ligonier

Pelayanan Ligonier, didirikan oleh R.C. Sproul, ada untuk memproklamasikan, mengajar, dan membela kekudusan Allah dalam segala kepenuhannya kepada sebanyak mungkin orang.