Ikatan Kasih
16 September 2025
Berperang dan Berdamai dengan Allah yang Kudus
23 September 2025
Ikatan Kasih
16 September 2025
Berperang dan Berdamai dengan Allah yang Kudus
23 September 2025

Menelusuri Kisah Natal

Untuk memahami kisah Natal, kita harus kembali ke masa lalu. Bukan hanya beberapa ribu tahun pada kelahiran Yesus, tetapi jauh ke belakang, yaitu sampai pada nenek moyang pertama kita, Adam dan Hawa. Allah menaruh mereka di sebuah taman Eden yang subur dan sempurna. Mereka memiliki segala sesuatu yang mereka butuhkan. Segalanya sempurna. Lalu mereka jatuh ke dalam dosa. Akibatnya, Allah mengusir mereka. Adam dan Hawa kini hidup di bawah hukuman. Namun, ketika Allah mengguntur dari langit menyatakan hukuman tersebut, Ia juga mengaruniakan janji kepada mereka.

Allah memberikan kepada Adam dan Hawa sebuah janji tentang Benih, yang akan lahir dari seorang perempuan. Benih ini akan memperbaiki semua kesalahan menjadi benar. Ia akan membuat semua yang telah hancur menjadi utuh kembali. Benih ini akan membawa kedamaian dan harmoni di mana konflik dan sengketa mengamuk seperti badai di lautan.

Di dalam Perjanjian Lama, pasal ketiga dari kitab yang pertama, yaitu Kejadian, ada pembahasan tentang konflik dan permusuhan. Adam dan Hawa, yang sebelumnya hanya mengenal ketenangan, sekarang terkunci dalam konflik yang memahitkan hati. Tanah pun menjadi tantangan. Semak duri akan menjadi pengingat terus menerus. Sebagaimana dikatakan oleh seorang pujangga: Alam menampakkan kekerasannya. Bahkan Benih yang dijanjikan itu akan masuk ke dalam konflik ini, berperang melawan si Ular, si perusak besar itu. Namun, Kejadian 3 menjanjikan bahwa Benih itu akan mengalahkan si Ular, beroleh kemenangan terakhir, dan mendatangkan gelombang demi gelombang kedamaian.

Akan tetapi, Benih itu baru akan datang setelah waktu yang lama.

Adam dan Hawa melahirkan Kain dan Habel; tapi keduanya bukanlah Benih itu. Setelah Kain membunuh Habel, Allah mengaruniakan Set kepada Adam dan Hawa, sebuah anugerah kecil di dunia yang penuh masalah. Namun, Set juga bukanlah Benih itu. Lebih banyak lagi anak dilahirkan. Generasi demi generasi berlalu.

Lalu, muncullah Abraham di panggung dunia. Allah memanggil orang ini dari masa kuno untuk membangkitkan darinya dan Sara, istrinya, sebuah bangsa besar yang akan menjadi secercah cahaya bagi dunia yang terhilang dan putus asa. Sekali lagi, Allah memberikan janji kepada pasangan tersebut tentang sebuah Benih, seorang anak laki-laki. Mereka mengira itu adalah Ishak. Namun, Ishak mati.

Kisah ini terus berulang dari generasi ke generasi, membangun antisipasi terhadap Dia yang akan datang, yang akan memulihkan segala sesuatu dan menciptakan kedamaian. Seorang janda bernama Naomi dan menantunya yang juga janda, Rut, masuk ke dalam kisah ini. Mereka berada dalam situasi terdesak. Tidak ada jaring pengaman sosial yang dapat menahan jatuhnya orang-orang yang terpinggirkan seperti itu dalam dunia kuno.

Tanpa suami dan anak, tanpa hak dan sarana, para janda hidup dari makanan ke makanan. Hidup mereka bergantung pada seutas harapan. Lalu datanglah Boas dan terjadilah kisah klasik ketika seorang anak laki-laki berjumpa dengan seorang anak perempuan. Boas bertemu dengan Rut dan mereka menikah. Tidak lama kemudian, menjelang berakhirnya kisah Alkitab tentang Rut, seorang anak laki-laki, sebuah benih, lahir bagi Rut. Anak ini akan menjadi pemulih kehidupan; seorang penebus. Namun, ia hanyalah bayang-bayang dari Benih yang akan datang. Ia pun mati.

Anak laki-laki yang lahir dari Rut dan Boas diberi nama Obed. Obed memiliki anak laki-laki bernama Isai. Isai memiliki banyak anak laki-laki; salah satunya adalah seorang gembala. Suatu kali gembala ini mengambil segenggam batu dan merobohkan seorang raksasa. Ia mengalahkan banyak singa. Ia juga ahli bermain musik. Di luar dugaan semua orang, bahkan ayahnya sendiri, anak laki-laki Isai ini, cicit dari Rut dan Boas ini, diurapi menjadi raja Israel.

Ketika Daud duduk di atas takhta, Allah memberikan sebuah janji lain langsung kepadanya. Ini adalah janji lain tentang seorang anak laki-laki. Allah berkata bahwa anak laki-laki Daud akan menjadi raja untuk selamanya, dan kerajaannya tidak akan berakhir. Itulah janji Allah.


Artikel ini awalnya diterbitkan di Majalah Tabletalk.
Stephen Nichols
Stephen Nichols
Dr. Stephen J. Nichols adalah presiden Reformation Bible College, chief academic officer Pelayanan Ligonier, dan salah satu dewan pengajar Pelayanan Ligonier. Dia adalah pembawa acara potcast 5 Minutes in Church History dan Open Book. Ia telah menulis lebih dari dua puluh buku, termasuk Peace, A Time for Confidence, dan R.C. Sproul: A Life, dan beberapa jilid dalam seri Guided Tour mengenai Jonathan Edwards, Martin Luther, dan J. Gresham Machen. Ia adalah rekan editor dari The Legacy of Luther dan editor umum dari Church History Study Bible.