
Istirahat Jiwa
04 Desember 2025
Obat Bagi Hati Kita yang Terbagi
11 Desember 2025Pengungkapan Diri Allah
Baru-baru ini saya sedang berpikir tentang perjumpaan antara Allah dan Abraham tepat sebelum penghancuran Sodom dan Gomora dan mendapatkan sebuah pencerahan yang mencengangkan. Hal itu terkait dialog Allah dengan diri-Nya sendiri tentang pertanyaan ini: “Apakah Aku akan menyembunyikan dari Abraham apa yang hendak Kulakukan?” (Kej. 18:17).
Kenyataan bahwa kita memiliki catatan tentang pertanyaan ini adalah hal yang menakjubkan. Ini adalah sepenuhnya pertimbangan internal di dalam pikiran Allah. Abraham tidak tahu pada saat itu bahwa hal itu bahkan sedang terjadi; begitu juga tidak ada indikasi bahwa Allah memberitahunya tentang hal itu setelahnya. Penyingkapan tentang pikiran Allah ini baru dibukakan setengah milenium kemudian, ketika Musa menulis kitab Kejadian di bawah inspirasi Roh Kudus. Roh menyingkapkan kepada Musa alur pemikiran ini dalam pikiran Allah yang tak terselami, dan Musa menuliskannya bagi generasi-generasi mendatang. Allah telah membuka pikiran-Nya kepada kita semua.
Penyingkapan itu sendiri juga merupakan topik pertimbangan internal Allah itu sendiri. Ia sedang bergumul dalam diri-Nya sendiri apakah Dia akan menjelaskan apa yang akan Ia lakukan terhadap kota-kota fasik Sodom dan Gomora, yaitu menghanguskan kota-kota tersebut hingga menjadi abu dengan api dan belerang. Tentu saja, berbicara tentang Allah yang “bergumul dalam diri-Nya sendiri” adalah sebuah antropomorfisme, yaitu penggunaan bahasa manusia untuk membantu kita memahami Allah. Allah yang Mahatahu bahkan tidak pernah bergumul dalam diri-Nya. Namun, Allah menggunakan bahasa “proses berpikir” ini untuk menurunkan diri-Nya ke level kita dan membuat diri-Nya dapat dipahami oleh kita.
Hal yang lebih mengagumkan adalah fakta bahwa Allah tidak ingin menyembunyikan apa pun dari Abraham. Meskipun Allah tidak berhutang penjelasan apa pun kepada Abraham (atau manusia mana pun), Allah sangat rindu untuk mengungkapkan pikiran-Nya kepada umat pilihan-Nya. Pengungkapan diri ini merupakan inti dari keselamatan kita. Seperti yang Yesus Kristus katakan, “Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yoh. 17:3). Abraham disebut sebagai sahabat Allah (LAI: “yang Kukasihi”, Yes. 41:8). Hal yang penting dalam persahabatan adalah pengungkapan diri. Allah ingin menjelaskan diri-Nya kepada kita, dan saya percaya bahwa surga akan menjadi pendidikan selama-lamanya bagi umat Allah mengenai pikiran dan tujuan Allah. Betapa menakjubkannya hal itu nantinya. Allah telah menyatakan kuasa-Nya atas naik turunnya setiap bangsa yang pernah ada, serta atas jatuhnya seekor burung pipit ke tanah. Akan ada hal-hal tak terbatas yang dapat dipelajari tentang dimensi dan detail yang rumit dari rencana Allah yang berdaulat. Akan menjadi kesenangan-Nya untuk mengajar kita, dan kesenangan kita untuk belajar dan terkagum-kagum.
Saat ini, sebagian besar rencana Allah tersembunyi bagi kita. Yesus berkata, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya” (Yoh. 16:12). Beberapa dari penghakiman Allah yang paling rumit dan menyakitkan harus ditahan hingga pikiran kita yang telah dimuliakan dapat memproses kebenaran-kebenaran tersebut. Namun, rencana Allah akan semakin tersingkap, dan akan penuh dengan kemuliaan yang gemilang.


