Bagaimana Yesus Adalah “Roti Kehidupan”?
03 Juli 2025
Bagaimana Yesus Adalah “Kebangkitan dan Hidup”?
10 Juli 2025
Bagaimana Yesus Adalah “Roti Kehidupan”?
03 Juli 2025
Bagaimana Yesus Adalah “Kebangkitan dan Hidup”?
10 Juli 2025

Bagaimana Yesus Adalah “Gembala yang Baik”?

Jawaban atas pertanyaan agung ini secara sederhana adalah ini: Yesus adalah Gembala yang Baik karena Ia berkata demikian. Di dalam Injil Yohanes, Yesus berkata, “Akulah gembala yang baik” (Yoh. 10:11). Kita bisa berhenti di sini dan merasa puas atas klaim Yesus—klaim dari Dia yang dapat berkata kepada para pendakwa-Nya, “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?” (Yoh. 8:46). Tidak hanya Yesus mengatakan kebenaran, Ia juga berkata, “Akulah kebenaran” (Yoh. 14:6). Namun, Yesus tidak pernah membuat klaim tentang diri-Nya yang tidak didukung dengan bukti. Siapa saja dapat membuat klaim tentang dirinya, bahkan klaim-klaim yang luar biasa. Namun, suatu klaim harus diuji untuk membuktikan apakah klaim itu benar atau sekadar delusi diri.

Ketika Yesus berkata, “Akulah gembala yang baik,” perkataan selanjutnya-Nya menjelaskan apa yang Ia maksudkan dan juga memberi substansi bagi klaim tersebut: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yoh. 10:11).

Gambaran pastoral tentang gembala dan domba dikenal baik oleh para pendengar Yesus. Mereka hidup di negeri di mana gembala dan domba ada di mana-mana. Namun, lebih dari itu, mereka tahu dari Kitab Suci bahwa Allah menyamakan diri-Nya dengan gembala yang amat peduli akan domba-domba-Nya, yaitu umat-Nya yang percaya. Mungkin Mazmur 23 menggambarkan dengan paling jelas dan paling berkesan kepedulian seperti gembala yang ditunjukkan Tuhan Allah atas domba-domba-Nya yang berharga.

TUHANLAH

gembalaku, takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,

Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Ia menyegarkan jiwaku.

Ia menuntun aku di jalan yang benar

demi nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekalaman,

aku tidak takut bahaya,

sebab Engkau besertaku;

gada-Mu dan tongkat-Mu,

itulah yang meneguhkan aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,

di hadapan lawan-lawanku;

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;

pialaku penuh melimpah.

Kebaikan dan kasih setia belaka akan mengikuti aku,

seumur hidupku;

dan aku akan tinggal dalam Rumah TUHAN

sepanjang masa. (Mzm. 23:1-6)

Saya telah membaca mazmur ini ratusan kali dan melafalkannya lebih dari tujuh ratus kali dalam acara pemakaman di sepanjang empat puluh tahun pelayanan saya. Kata-kata tersebut dengan indah menangkap kepedulian, kebaikan, pemeliharaan, perlindungan, dan kasih yang murni dari Gembala surgawi atas domba-domba-Nya yang berharga. Kata-kata tersebut menyoroti alasan mengapa Tuhan adalah Gembala yang Baik.

Ketika Yesus berkata, “Akulah Gembala yang Baik”, Ia sedang membuat sebuah klaim yang mencengangkan. Ia mengklaim bahwa Ia adalah Tuhan yang berinkarnasi, yang mengasihi, peduli, memelihara, dan melindungi domba-domba-Nya. Namun, perkataan Yesus menjelaskan dengan cara yang paling luar biasa bagaimana Ia benar-benar adalah Gembala yang Baik ini: “Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”

Tidak pernah klaim Yesus sebagai Gembala yang Baik ditunjukkan dengan lebih ajaib dan mencengangkan daripada ketika Ia menyerahkan nyawa-Nya untuk menjamin kebaikan kekal bagi domba-domba-Nya.

Martin Luther pernah menulis, “Crux probat omnia,” atau “Salib adalah ujian untuk segalanya.” Maksudnya adalah kematian Yesus yang menanggung dan menghapus dosa di salib Kalvari adalah penyingkapan yang paling sempurna akan kasih Allah bagi orang-orang berdosa. Dosa dan kejatuhan kita di dalam Adam, kepala kita yang pertama, telah memisahkan kita dari Allah dan menempatkan kita ke bawah penghakiman Allah yang benar dan adil. Kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun untuk memulihkan hubungan antara kita dan Allah. Namun, apa yang tidak dapat kita lakukan telah dilakukan Allah dengan memberikan Anak-Nya sendiri untuk hidup dan mati menggantikan kita, menanggung hukuman dosa yang selayaknya kita tanggung, bangkit dalam kemenangan pada hari ketiga, dan mendamaikan kita dengan Allah.

Jadi, bagaimana Yesus adalah “Gembala yang Baik”? Dalam kasih, Gembala utusan surga ini mengorbankan diri-Nya supaya domba-domba yang tersesat dan selayaknya dihukum dapat dilepaskan dari murka Allah yang adil, dipulihkan ke dalam persahabatan dan persekutuan-Nya, dan suatu hari nanti ditemukan dalam hadirat-Nya yang lebih dekat.

Hal ini membuat saya bertanya, Apakah Anda telah datang dalam pertobatan dan iman kepada Gembala yang Baik ini, bersyukur kepada Bapa karena tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan Dia untuk kematian di kayu salib untuk mati menggantikan Anda dan demi Anda? Yesus berkata: 

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu. (Yoh. 10:27-30).

Apakah Anda telah mendengar suara-Nya dalam berita Injil? Apakah Anda mengikut Yesus, tidak hanya mengakui Dia dengan mulut tetapi juga menaati-Nya di dalam hidup Anda? Jika demikian, bersukacitalah sebagai salah satu domba-Nya yang telah ditebus dengan darah, yang kepadanya Ia memberi hidup yang kekal.

Artikel ini merupakan bagian dari koleksi The “I Am” Sayings of Jesus.


Artikel ini awalnya diterbitkan di Majalah Tabletalk.
Ian Hamilton
Ian Hamilton
Dr. Ian Hamilton adalah presiden Westminster Presbyterian Theological Seminary di Newcastle, Inggris, adjunct professor di Greenville Presbyterian Theological Seminary di Greenville, South Carolina, dan trustee di Banner of Truth Trust. Ia adalah penulis banyak buku, termasuk Words from the Cross, Our Heavenly Shepherd, dan komentari Ephesians dalam seri The Lectio Continua Expository Commentary on the New Testament.