5 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Musa

16 Maret 2026

3 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Surat Ibrani

20 Maret 2026

5 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Musa

16 Maret 2026

3 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Surat Ibrani

20 Maret 2026

3 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Kitab Yoel

Apa yang kebanyakan orang ketahui tentang kitab Yoel adalah nubuat agung dalam Yoel 2:28-29, di mana Allah berjanji untuk mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia sehingga semua anggota komunitas umat Allah akan bernubuat. Akan tetapi, makna dari ayat-ayat tersebut tidak dapat dipahami terpisah dari pesan kitab tersebut. Ada tiga hal yang perlu Anda ketahui tentang kitab Yoel yang akan membantu Anda memahami pesannya.

1. Penanggalan kitab Yoel tidak bisa dipastikan.

Pertama, konteks sejarah dari sebagian besar kitab Nabi-nabi adalah penting bagi pesan kitab tersebut, tetapi tanggal penulisan kitab Yoel tidak bisa dipastikan. Bait Suci masih berfungsi, yang berarti bisa jadi ini adalah Bait Suci Salomo sebelum pembuangan (dihancurkan pada tahun 586 SM) atau Bait Suci yang ditahbiskan setelah kembalinya Israel dari pembuangan (516 SM). Tidak ada raja yang disebutkan, dan tidak ada musuh utama Israel atau Yehuda yang disebutkan. Para ahli telah menawarkan berbagai pilihan untuk penanggalannya, tetapi tidak ada satu pun tanggal yang bertahan. Kitab ini tampaknya mencerminkan perspektif pra-pembuangan yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa seputar penghancuran Bait Suci yang pertama, seperti kurban-kurban yang dihentikan (Yl. 1:9), ancaman dari penyerbu dari utara (Yl. 2:20), dan gambaran pembebasan di masa depan (Yl. 2:23-29). Beberapa orang berpikir bahwa kitab ini sulit untuk ditentukan penanggalannya karena kitab ini menjadi teks liturgi yang akan dibaca ulang pada masa bencana nasional.

2. Peristiwa dalam kitab ini adalah tulah belalang.

Hal kedua yang perlu Anda ketahui tentang kitab Yoel adalah bahwa peristiwa yang terjadi dalam kitab ini berhubungan dengan pesan dari kitab ini. Peristiwa yang terjadi dalam kitab ini adalah tulah belalang. Pasal 1 adalah panggilan bagi sebuah ratapan komunal karena tulah belalang yang begitu menghancurkan, yang belum pernah terjadi seperti ini sebelumnya. Tulah ini digambarkan dalam Yoel 1:4, di mana kawanan belalang telah menghancurkan segala sesuatu yang dapat dimakan. Kelompok orang yang berbeda-beda dipanggil untuk berkabung karena akibatnya: Para pemabuk berkabung karena tanaman anggur telah dimusnahkan (Yl. 1:5-7), para imam berkabung karena kurban-kurban telah lenyap (Yl. 1:8-10), dan para petani berkabung karena tidak akan ada panen (Yl. 1:11-12). Para imam juga dipanggil untuk memimpin umat Allah dalam ibadah perkabungan yang terdiri dari ratapan dan puasa (Yl. 1:13-14).

Kekacauan tulah belalang menjadi gambaran hari Tuhan. Hari itu akan menjadi hari penghakiman bagi mereka yang menolak Allah dan hari berkat bagi mereka yang kembali kepada Allah. Tulah belalang memperkenalkan penghakiman yang akan datang pada hari itu, yang pertama kali disebutkan dalam Yoel 1:15:

Wahai, hari itu!

Sungguh, hari TUHAN sudah dekat.

Kehancuran hari itu digambarkan dalam Yoel 1:16-20 dengan panggilan mendesak untuk gemetar dalam Yoel 2:1-2, yang berpuncak pada penekanan tentang karakter “hari itu” sebagai “hari gelap gulita dan kelam pekat” dan “hari berawan dan kelam kabut.” Kegelapan ini tersebar di atas gunung-gunung, menunjuk pada pasukan yang besar dan kuat yang dipersiapkan untuk berperang dengan prajurit-prajurit yang tidak dapat dihentikan. Orang-orang berada dalam kegentaran saat membayangkan menghadapi pasukan ini, karena pasukan ini lebih dari sekadar pasukan di bumi; ini adalah pasukan Tuhan. Tuhan memperdengarkan suara-Nya di hadapan pasukan ini dan ciptaan itu sendiri berguncang serta matahari dan bulan menjadi gelap (Yl. 2:10-11). Tidak seorang pun dapat bertahan karena “betapa dahsyat dan mengerikan hari TUHAN itu” (Yl. 2:11).

Dalam kitab Yoel, hari Tuhan lebih dari sekadar satu peristiwa historis; hari itu menggambarkan sebuah peristiwa eskatologis yang mengakhiri sejarah. Yoel menggunakan kehancuran yang akan datang dari penghakiman Allah pada hari Tuhan untuk memanggil umat Allah untuk bertobat (Yl. 2:15-17). Ia menjanjikan mereka berkat-berkat materi sebagai pembalikan dari kehancuran akibat tulah belalang (Yl. 2:21-27) dan berkat-berkat rohani yang akan datang melalui pencurahan Roh Kudus-Nya (Yl. 2:28-32).

3. Rasul Petrus mengutip Yoel untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa pada hari Pentakosta.

Hal ketiga yang perlu Anda ketahui tentang kitab ini adalah bahwa Petrus mengutip Yoel 2:28-32 dalam Kisah Para Rasul 2:17-21 untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari Pentakosta. Berkat-berkat rohani yang dinubuatkan oleh Yoel sedang digenapi ketika Allah mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia sehingga setiap orang yang memanggil nama Tuhan akan diselamatkan.

Selain itu, fungsi kenabian dalam menyampaikan firman Allah diperluas hingga mencakup semua golongan masyarakat, termasuk orang-orang non-Yahudi, yang berbicara dengan saling memahami satu sama lain dalam bahasa mereka sendiri ketika Roh Kudus memberikan kata-kata itu kepada mereka (Kis. 2:4). Alih-alih penghakiman terakhir terhadap musuh-musuh Allah yang terjadi pada saat itu (Yl. 3:1-8), bersamaan dengan pemulihan penuh atas umat Allah  (Yl. 3:17-21), tujuan-tujuan keselamatan Allah sedang dikerjakan melalui pemberitaan kabar baik tentang Yesus Kristus ke seluruh dunia. Sebagai hasilnya, kita telah mengalami jaminan awal dari keselamatan kita di dalam Yesus Kristus . Kita menantikan kepenuhan keselamatan kita ketika Juru Selamat kita akan kembali ke dunia ini untuk menggenapi hari Tuhan dalam penghakiman terakhir atas musuh-musuh Allah dan pemulihan penuh atas umat-Nya. Pada saat itu, kita akan mengalami untuk selama-lamanya kehadiran-Nya yang penuh dan berkat-berkat rohani dan jasmani yang berlimpah yang datang bersama dengan kehadiran-Nya.

Artikel ini awalnya diterbitkan di Blog Pelayanan Ligonier.
Richard P. Belcher Jr.

Richard P. Belcher Jr.

Dr. Richard P. Belcher Jr. adalah Profesor John D. dan Frances M. Gwin bidang Perjanjian Lama dan dekan akademis di Reformed Theological Seminary di Charlotte, North Carolina, serta penatua pengajar di Presbyterian Church in America. Ia adalah penulis dari beberapa buku, termasuk The Fulfillment of the Promises of God: An Explanation of Covenant Theology.