
Siapakah Rut?
06 April 2026
Apakah Natur Manusia Pada Dasarnya Baik atau Sepenuhnya Berdosa?
10 April 2026Siapakah Simson?
Siapakah Simson? Simson adalah hakim kedua belas, yang terakhir dan klimaks di dalam kitab Hakim-hakim, sebagaimana tercatat dalam Hakim-hakim 13-16. Keluarganya berasal dari suku Dan (Hak. 13:2). Sebagai hakim, Simson melayani sebagai pejabat perjanjian Musa dan bayang-bayang Kristus. Klaim bahwa Simson berfungsi sebagai salah satu bayang-bayang Kristus didasarkan pada dua hal. Pertama, semua hakim di dalam kitab Hakim-hakim berfungsi sebagai bayang-bayang Kristus karena hakikat jabatannya. Kedua, hal-hal tertentu dari kehidupan Simson mengaitkannya dengan Yohanes Pembaptis sebagai pembuka jalan bagi seorang raja yang akan datang, dan instrumen Allah untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan dosa mereka dan penaklukkan bangsa-bangsa di sekitar mereka.
Simson, seperti semua hakim besar dalam kitab Hakim-hakim, digambarkan sebagai bayang-bayang Kristus berdasarkan jabatan hakim itu sendiri. Para hakim diidentifikasikan sebagai para penerus Yosua (Hak. 1:1; 2:6-10, 16), yang melanjutkan peran Musa sebagai perantara perjanjian Musa (Ul. 31:23; 34:9; Yos. 1:1-9). Seorang penulis menyimpulkan:
“Maka, sebagai penerus Musa dan Yosua, para hakim seharusnya menjadi, dalam arti yang paling lengkap, perantara perjanjian, di mana intinya adalah ibadah yang eksklusif kepada Allah dan ketaatan kepada jalan-jalan-Nya.”1
Pada bagian pengantar kedua dari kitab Hakim-hakim, lima fungsi jabatan hakim dinyatakan (Hak. 2:6-3:6). Para hakim tersebut:
- dibangkitkan oleh Tuhan (Hak. 2:16, 18);
- diberi kuasa oleh Roh Tuhan (Hak. 2:18; lihat juga 3:10; 4:14; 6:34; 11:29; 13:25; 14:6, 19; 15:14);
- membebaskan (menyelamatkan) umat Allah (Hak. 2:16; lihat juga 3:9);
- memberi kelegaan bagi negeri mereka (Hak. 2:18; lihat juga 3:11; 8:28);
- dan mendorong kesetiaan bangsa Israel kepada perjanjian dengan Allah (Hak. 2:17–19).
Setiap aspek jabatan hakim yang dinyatakan dalam kitab Hakim-hakim mengarahkan kita kepada pribadi dan karya Yesus yang diungkapkan dalam Perjanjian Baru. Yesus:
- dibangkitkan oleh Bapa (Yoh. 5:36–37; Rm. 6:4; Gal. 1:1);
- diberi kuasa oleh Roh Kudus (Mat. 3:16; 12:18);
- membebaskan umat Allah (Mat. 1:21; 1Yoh. 4:14);
- memberi kelegaan (Mat. 11:28–29);
- dan memastikan ketaatan umat Allah (Rm. 5:19).
Selain jabatan hakim, rincian kehidupan Simson mengidentifikasikan dirinya sebagai pembuka jalan bagi raja yang akan datang, dan sebagai bayang-bayang dari raja tersebut. Sebagai hakim, Simson diutus Tuhan di dalam Hakim-hakim 13:5: “Dialah yang akan mulai menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Filistin” (penekanan ditambahkan). Dengan cara demikian, Simson terkait dengan Raja Daud, yang akan menyelesaikan apa yang dimulai oleh Simson dengan membebaskan Israel dari orang Filistin (1Sam. 17; 2Sam. 7:1).
Sebagai pembuka jalan bagi kedatangan Raja Daud, menarik untuk diperhatikan bahwa para penulis Injil dalam Perjanjian Baru memakai kisah hidup Simson dalam kitab Hakim-hakim sebagai model bagi kisah hidup Yohanes Pembaptis, seorang pembuka jalan yang lain bagi kedatangan Raja keturunan Daud. Kedua kisah tersebut dimulai dengan narasi kelahiran yang memiliki kemiripan (Hak. 13; Luk. 1:5-25). Ibu-ibu mereka sebelumnya mandul (Hak. 13:2; Luk. 1:7). Keduanya tidak boleh minum anggur dan minuman keras sejak dalam kandungan (Hak. 13:3-5; Luk. 1:15). Pada kedua kisah tersebut, seorang malaikat Tuhan menyampaikan berita tentang kelahiran mereka (Hak. 13:3; Luk. 1:11). Ayah-ayah mereka bergumul untuk meyakini berita yang disampaikan malaikat Tuhan (Hak. 13:16-17; Luk. 1:18-20). Narasi kelahiran keduanya mencatat pengutusan atau deskripsi pelayanan mereka (Hak. 13:5; Luk. 1:16-17). Di kemudian hari, Simson dan Yohanes Pembaptis dikhianati oleh para perempuan (masing-masing oleh Delila dan putri Herodias), yang menyebabkan kematian mereka (Hak. 16; Mat. 14:1-12). Terakhir, kedua orang ini berperan sebagai pembuka jalan bagi Raja yang akan datang, yang akan mewujudkan kelegaan yang lebih besar bagi umat Allah (2Sam. 7:1; Mat. 11:28).
Selain itu, Simson dikhianati oleh orang-orang yang ia kasihi, dan diserahkan kepada musuh oleh bangsanya sendiri. Kekuatan dan kemenangannya atas musuh dimampukan oleh Roh Tuhan. Bahkan, karya Roh Tuhan disebutkan empat kali berkaitan dengan Simson, lebih dari hakim-hakim yang lain dalam kitab Hakim-hakim (Hak. 13:25; 14:6, 19; 15:14). Terlepas dari berbagai kegagalan dalam hidupnya, yang menunjukkan kebutuhan akan Seorang yang lebih besar dari dirinya, Simson setia kepada panggilannya menaklukkan orang-orang Filistin, bahkan setia sampai mati. Melalui kematiannya, Simson mencapai kemenangannya yang terbesar atas musuh, yaitu kemenangan yang terwujud dalam konteks penghinaan terhadap dirinya—suatu pertunjukan kekuatan sejati yang ultima. Di dalam kitab Hakim-hakim, Simson adalah bayang-bayang Kristus, bukan bayang-bayang Anda atau saya. Simson dan Yesus adalah juru selamat; sedangkan kita adalah orang-orang yang butuh diselamatkan. Mencermati signifikansi kehidupan Simson dalam kitab Hakim-hakim, Barry Webb menulis:
“Kelahirannya telah diberitakan sebelumnya oleh seorang malaikat. Ia dikandung secara ajaib. Ia ditolak oleh bangsanya sendiri. Para pemimpin bangsanya mengikatnya, lalu menyerahkannya kepada penguasa-penguasa pagan mereka (16:13). Karya penyelamatannya tergenapi dalam kematiannya, yaitu kematian yang dengannya ia merobohkan Dagon dan meletakkan dasar bagi sebuah kebebasan yang akan diwujudkan lebih sempurna di masa depan. Dengan kata lain, di sini, yaitu pada tokoh yang paling tidak disangka-sangka ini, kita melihat, mungkin lebih jelas daripada semua tokoh lain dalam Perjanjian Lama, wujud dari hal-hal yang akan datang.”2
Siapakah Simson? Ia dulu, dan terus menjadi, bayang-bayang Kristus (Ibr. 11:32–40).3
- J. Clinton McCann, Judges (Westminster John Knox Press, 2002).
- Barry Webb, “A Serious Reading of the Samson Story (Judges 13–16)” dalam Reformed Theological Review 54 (1995): 114.
- Untuk diskusi dan penjelasan lebih lanjut atas kehidupan Simson, lihat Miles V. Van Pelt, Judges: ESV Expository Commentary, jilid II (Crossway, 2021), 618–645.


