
Belajar dari Periode Hakim-Hakim
30 Januari 2026
Satu Tuhan
04 Februari 2026Penghiburan dari Doa-Doa Yesus
Sebagai seorang pendeta yang ditahbiskan, saya telah memiliki pengalaman mendalami Kitab Suci bersama beberapa orang untuk membantu mereka melihat apa yang Allah katakan tentang berbagai topik. Selama bertahun-tahun, salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan kepada saya adalah yang berkaitan dengan makna karya Kristus bagi jaminan keselamatan orang percaya. Perjanjian Baru memberikan kita banyak kategori untuk memahami bahwa mereka yang benar-benar diselamatkan akan bertekun. Ada kategori pembenaran, yang memberitahu kita bahwa kita telah menerima imputasi kebenaran Kristus semata-mata melalui iman kepada-Nya dan bahwa kita berdamai dengan Allah—bukan gencatan senjata yang dapat dilanggar dengan sedikit provokasi, tetapi damai yang kekal di mana Tuhan tidak akan pernah lagi mengangkat senjata melawan kita (Rm. 5:1). Ada juga kategori pengudusan, yang menyatakan bahwa Allah selalu menyelesaikan karya keselamatan yang Dia mulai: “Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai akhirnya selesai pada hari Kristus Yesus” (Flp. 1:6).
Dalam perikop surat Filipi, kita biasanya memahami bahwa Allahlah, melalui Roh Kudus, yang sedang mengerjakan keselamatan kita di dalam diri kita, membawa kita menuju keserupaan dengan Kristus. Itu tentu saja benar, tetapi kita tidak boleh melewatkan bahwa Yesus juga sedang bekerja. Penghiburan terbesar kita mengenai ketekunan kita berasal dari apa yang Perjanjian Baru singkapkan tentang karya Kristus saat ini. Kita sering berbicara tentang “karya Kristus yang telah selesai,” yang merupakan istilah singkat untuk menyebut penggenapan penebusan Kristus—penyelesaian pembayaran penebusan-Nya bagi kita, yaitu Dia menanggung kutukan Allah ke atas diri-Nya. Namun, karya keselamatan Kristus tidak berhenti di situ. Dia masih memiliki hal lain untuk dikerjakan setelah salib. Dia dibangkitkan untuk pembenaran kita, dan kemudian Dia naik ke surga, di mana Dia duduk di sebelah kanan Allah, di mana Dia berkuasa sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan, mengatur ciptaan dan memerintah gereja-Nya (Kis. 2:33; Rm. 4:23–25; 1Kor. 15:25).
Bukan hanya itu saja. Salah satu penekanan utama Perjanjian Baru mengenai karya-Nya saat ini bagi umat-Nya adalah doa syafaat-Nya. Karya keimaman Kristus tidak berakhir di kayu salib. Setiap hari, di hadapan Bapa, Kristus berdoa syafaat bagi umat-Nya. Jika, seperti yang dikatakan Yakobus, doa yang sungguh-sungguh dari orang benar “sangat besar kuasanya dan ada hasilnya” (Yak. 5:16), betapa lebih besar lagi kuasa doa Yesus bagi umat-Nya?
Salah satu sumber penghiburan yang paling penting terkait doa syafaat Kristus bagi orang percaya terdapat dalam Doa agung Yesus sebagai Imam Besar, yang juga merupakan doa syafaat yang mendalam. Menariknya, bahkan kita pun disebutkan dalam doa syafaat yang agung ini. Kita membaca dalam Yohanes 17:1–9:
Ya Bapa, muliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. … Sebab, segala firman yang Engkau berikan kepada-Ku telah Kuberikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar bahwa Aku datang dari Engkau dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milk-Mu.
Perhatikan kembali ayat 9: “Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu” (Yoh. 17:9). Itulah inti pokoknya. Yesus berdoa untuk semua orang yang adalah milik Allah, bukan untuk semua orang di planet ini. Bapa telah memilih suatu umat bagi-Nya—dan umat yang sama juga adalah milik Kristus. Tidak ada satupun dari mereka yang hilang kecuali anak kebinasaan—Yudas—yang sebagai anak kebinasaan, sejak awal tidak pernah merupakan anak Allah. Orang-orang yang Yesus doakan adalah orang-orang yang telah dipilih Allah, dan tidak ada satupun dari mereka yang terhilang (Yoh. 17:10–19). Ini termasuk bukan hanya para murid di Ruang Atas yang menyaksikan doa Yesus, tetapi juga kita yang percaya kepada-Nya hari ini. Saya berkata bahwa kita disebutkan dalam doa Yesus, dan di sinilah kita: “Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku melalui pemberitaan mereka” (Yoh. 17:20). Kita menjadi percaya melalui pemberitaan para Rasul, dan ini berarti Yesus berdoa untuk kita. Inilah doa Kristus. Kita bertekun karena kita dipelihara oleh doa syafaat Imam Besar kita.
Jika kita merasa sangat terhibur oleh doa syafaat seorang teman atau seorang pendeta, betapa lebih besar lagi penghiburan yang dapat kita alami dari jaminan penuh bahwa Yesus sedang berdoa bagi kita? Kita tahu bahwa doa-doa Yesus tidak pernah gagal. Dia mengetahui pikiran Allah dengan sempurna. Dia tahu apa yang harus didoakan agar kita bertekun sampai akhir. Terlebih lagi, Yesus berkata bahwa Bapa akan memberi kita apa pun yang kita minta dalam nama-Nya (Yoh. 16:23). Jika demikian, tentu saja Bapa tidak akan gagal memberikan apa yang diminta oleh Anak-Nya yang terkasih, dan Dia meminta agar kita bertekun.
Ilustrasi terbaik tentang keberhasilan doa Yesus adalah Petrus. Seperti Yudas, Petrus mengalami kejatuhan yang besar. Namun, berbeda dengan Yudas, Petrus dipulihkan dan bertekun dalam iman. Keduanya menyangkal Yesus, tetapi hanya Petrus yang bertobat. Mengapa? Lukas 22:31–32 memberikan jawabannya. Setan meminta izin untuk menangkap Petrus secara permanen, tetapi Yesus berdoa untuknya, dan doa Yesus ini memastikan bahwa Petrus akan bertobat. Yesus tidak berdoa untuk Yudas, tetapi Ia berdoa untuk Petrus, dan karena itu Petrus bertekun dalam iman dan pertobatan. Itu adalah jaminan besar bagi kita semua. Mereka yang didoakan oleh Yesus tetap teguh dalam iman dalam jangka panjang. Jika kita percaya pada Kristus, Ia sedang berdoa untuk kita setiap hari.


